Jakarta – Saat ini masyarakat memiliki kesempatan untuk membeli Surat Utang Negara Syariah alias sukuk ritel Negara SR-002 yaitu merupakan surat berharga Negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap asset sukuk negara. Sebagai informasi kepada masyarakat calon investor pembeli sukuk ritel negara, PT Bahana Securities telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai agen penjual SUKUK SR-002. PT Bahana Securities akan melakukan penawaran dan penjualan langsung kepada nasabah ritel yang berminat untuk berinvestasi pada sukuk ritel Negara yang bertenor tiga tahun dengan minimal pemesanan Rp 5 juta.
Direktur Fixed Income Bahana Securities, Natalia Surjadiputra menerangkan bahwa pemerintah akan mulai menawarkan produk investasi sukuk ritel Negara ini mulai tanggal 25 Januari hingga 5 Februari 2010. Sukuk ritel Negara yang berjenis akad ijarah (sale and lease back) ini menawarkan imbal hasil (yield) tetap per tahunnya. Dan Pemerintah akan melakukan pembayaran imbalan dan pokok dengan membayar dana imbalan dan pokok Sukuk Ritel melalui transfer ke rekening dana tunai (rekening tabungan) yang dimiliki investor setiap bulannya.
Natalia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2009 Bahana Securities juga ditunjuk pemerintah menjadi agen penjual sukuk ritel negara SR 001 dengan target awal sebesar Rp 150 miliar dan mencapai target penjualan hingga Rp 468 miliar. Sedangkan ditahun 2010 ini Bahana Securities menargetkan penjualan sebesarRp 450 miliar.
Disela-sela road show sosialisasi dan pre marketing SUKUK RITEL SR-002 yang diselenggarakan oleh Departemen Keuangan bersama-sama PT Bahana Securities dan agen penjual lainnya yang dihadiri oleh beberapa investor retail pada Jumat lalu (22/01) di Surabaya dijelaskan bahwa bagi pemerintah, sukuk ritel merupakan salah satu instrumen, selain obligasi konvesional dan obligasi global, yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan. Adapun keuntungan yang dapat diperoleh oleh investor pada saat membeli sukuk ritel adalah keuntungan dari perbedaan harga (capital gain) dan kupon. Sebagai contoh, harga sukuk ritel yang pertama (SR001) per 20 Januari 2010 adalah 105, sehingga investor yang membeli pada harga par (100) akan mendapatkan keuntungan 5% jika menjualnya pada tanggal tersebut.
Seiring dengan melandainya tingkat inflasi domestik, tingkat bunga domestik diperkirakan tidak akan banyak berubah. ”Bahana memperkirakan tingkat inflasi domestik di tahun 2010 akan mencapai 5,6% atau kembali kepada kondisi rata-rata inflasi Indonesia selama ini. Sehingga dengan tingkat inflasi yang sebesar itu, tingkat bunga acuan diperkirakan ‘hanya’ akan naik sebesar 50bps menjadi 7%” ungkap Andry Asmoro, Ekonom PT Bahana Securities yang memberikan penjelasan “Indonesia Economic Outlook 2010” kepada para investor. Lanjutnya tingkat inflasi dan bunga yang cukup rendah akan memberikan peluang meningkatnya harga sukuk ritel di atas par di kemudian hari. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi investor yang akan menjual sebelum jatuh tempo. Road show sosialisasi dan pre marketing Sukuk Ritel SR-002 ini akan dilakukan di 3 kota besar, antara lain Pekanbaru, Surabaya, dan Samarinda.
Namun, patut diperhatikan juga, sebagaimana instrumen investasi yang lain, sukuk ritel juga mengandung resiko akan penurunan harga yang diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya gejolak harga yang drastis di dunia dan gejolak sosial politik. Jika resiko terjadi, investor tidak perlu panik dan tetap menahan (hold) investasinya sampai dengan jatuh tempo. Apapun, dengan tingkat resiko gagal bayar yang sangat kecil (karena milik Negara), sukuk ritel merupakan investasi yang sangat menguntungkan.
Selamat berinvestasi!(Untuk keterangan lebih lanjut mengenai proses pembelian sukuk negara ritel dan dapat mengubungi sales officer PT Bahana Securities di no telp
021-2505490 atau klik Facebook kami http://www.facebook.com/profile.php?ref=name&id=1223827334)