Berita
Artikel

Kedelai Unggulan Bahana Siap atasi kelangkaan kedelai lokal

Owner: BAV  posted on : Rabu, 20 Februari 2008 00:00


Jakarta, PT Bahana Artha Ventura (BAV), melakukan pengenalan kepada media ”Benih Unggul Kedelai Nasional” dengan nama Varietas Gumitir dan Varietas Argopuro komoditi unggulan nasional dari Jember, Jawa Timur. Masing-masing benih kedelai unggulan nasional tersebut memiliki ketahanan terhadap penyakit tanaman dan hama tumbuhan, serta memiliki tingkat produktivitas tinggi. Kedua varietas tersebut diperkirakan dapat memproduksi 3 ton kedelai per hektar sekali panen, sementara produksi kedelai biasa hanya 1.5 ton per hektar,
Penelitian atau riset untuk kedua benih ini telah dimulai sejak tahun 1996, dimana dari 43 galur benih (varietas) yang diteliti, hanya didapat 2 jenis benih yang sesuai dengan kondisi alam di Indonesia. Kedua benih ini telah memperoleh sertifikasi dan pengakuan pemerintah bedasarkan SK Menteri Pertanian No.203/Kpts/SR.120/4/2005 untuk Varietas Gumitir dan SK No. 204/Kpts/SR.120/4/2005 untuk Varietas Argopuro. Dalam melakukan penelitian, Mitra Tani 27 (MT27) bersama-sama PT Bahana Artha Ventura (BAV) dengan 21 BUMN lainnya yang berkomitmen untuk membantu meningkatkan produktivitas kedelai nasional.
”Diharapkan dengan adanya benih unggul kedelai nasional ini bisa memberikan optimisme baru kepada para petani nasional dan pandangan kepada pemerintah agar membantu para petani kedelai untuk meningkatkan produktivitasnya dalam menghasilkan kedelai berkualitas baik, dengan memberikan bantuan modal kerja serta infrastruktur yang memadai sehingga dapat meningkatkan produksi kedelai dalam negeri”, demikian yang dikatakan Hesti Purwanti, Direktur BAV, kemarin.
MT 27 merupakan Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) Modal Ventura Agro Industri pertama di Indonesia yang berdiri atas hasil penelitian atau riset, uji coba budidaya dan kajian proses olah beku sayuran segar , terutama Edamame(kedelai Jepang). Di perusahaan ini BAV memiliki kepemilikan 54% sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Perkebunan Nasional X (PTPN X).
Edamame Jember Tembus Pasar Internasional
Untuk menembus pasar Internasional MT 27 memiliki komoditi unggulan yaitu ”Kacang Kedelai Edamame”, yang merupakan makanan kecil khas masyarakat Jepang yang lazimnya harus ditanam di daerah subtropis. Selain merambah pangsa pasar di Jepang, hasil agroindustri tersebut juga menguasai 16% pangsa pasar di Thailand, 45% pangsa pasar di China, dan 35% pangsa pasar di Taiwan.
”MT 27 sekarang telah dipercaya oleh pasar di Jepang sebagai salah satu pemasok Kacang Edamame untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Jepang. Tidak mudah untuk menembus pasar di Jepang dengan penerapan quality control yang sangat ketat. Dengan kemitraan Modal Ventura dalam bentuk Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) bersama-sama dengan PT Bahana Atha Ventura (BAV) sebagai pemegang saham mayoritas di MT 27, berkomitmen untuk membantu para petani kedelai dalam memasarkan hasil pertaniannya serta membantu dalam penanaman modal guna meningkatkan produktivitas kedelai dimasa yang akan datang” ungkap Parman Nataatmadja, Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura, kemarin.
Saat ini luas lahan untuk tanam baru mencapai 1.500 Ha per tahun atau 500 Ha per periode tanam, dengan demikian potensi pengembangan produksi kacang kedelai masih sangat terbuka. Penyerapan tenaga kerja untuk proses penanaman dan produksi Edamame sekitar 750 HKO (Hari Kerja Orang) per hektar selama 90 hari atau 8 orang per hari. Untuk satu periode sekitar 1.000 Ha lebih berarti menyerap tenaga kerja kurang lebih 8.000 orang per hari, sedangkan tenaga kerja serapan yang dibutuhkan untuk kerja di pabrik, dalam kondisi normal membutuhkan tenaga 1.000 orang per hari. Sesuai dengan permintaan dari end-user di Jepang, produk Edamame yang dikirimkan ke Jepang sudah dalam bentuk kemasan beku. Dari total produk Edamame beku yang diproduksi, sekitar 90% adalah untuk pasar ekspor, terutama ke Jepang. Dalam 5 tahun terakhir jumlah ekspor Edamame beku ke Jepang meningkat dari sebesar 2.243 ton pada tahun 2001 menjadi 3.575 ton pada tahun 2005.
Dalam budidaya kacang kedelai ini diharapakan para petani melalui kemitraan modal ventura bersama-sama pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan diri seirama dengan pertumbuhan perekonomian sosial, dengan mengedepankan strategi, visi dan peningkatan kredibilitas, daya saing, dan posisi tawar guna mencapai pengembangan usaha agroindustri nasional yang sehat terutama dalam industri palawija.
* * *
PT Bahana Artha Ventura

PT Bahana Artha Ventura merupakan anak perusahaan dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), yang memiliki fokus kuat dalam bidang usaha modal ventura. PT Bahana Artha Ventura yang pada awal pendiriannya di tahun 1994 baru memiliki 7 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD), melalui usaha keras dan kerja sama seluruh mitra bisnis di daerah, maka hingga Januari 2008 ini telah memiliki jaringan sebanyak 27 PMVD yang tersebar di seluruh wilayah di tanah air.


Copyright © 2008 Bahana Pembinaan Usaha Indonesia. All Right Reserved.