News

Bahana Optimis Bukukan Kinerja Positif

Jakarta – PT Bahana Sekuritas berhasil membukukan laba bersih untuk periode 1 Januari -30 September 2014 sebesar Rp 35M, dengan total pendapatan sebesar Rp161,6M. Kontribusi terbesar pendapatan Bahana ini diperoleh dari pendapatan investment banking  sebesar Rp 81,5M sedangkan sisanya berasal dari dari pendapatan Equity & Fixed Income Brokerage serta lainnya.

Aktivitas Investment Banking, terutama yang terkait dengan bisnis Capital Market, terkena imbas yang cukup besar dari kondisi market yang tidak kondusif di tahun 2014 ini. Beberapa mandat transaksi IPO dan emisi obligasi yang telah diperoleh ditunda pelaksanaannya karena para klien mengambil posisi “wait and see” untuk berbagai bentuk tindakan korporasi. Namun menurunnya bisnis Investment Banking-Capital Market ini dikompensasi dengan maraknya bisnis Investment Banking–Financial Advisory. Kondisi pasar modal yang sepi menyebabkan banyak perusahaan melakukan kajian internal, restrukturisasi serta melakukan banyak M&A yang menyebabkan bisnis Financial Advisory sangat baik di tahun ini.

Beberapa transaksi capital market yang telah selesai dilakukan hingga September tahun ini antara lain adalah Right issue and Placement PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 1,485T, IPO Wika Beton Tbk senilai Rp 1,207T dan Placement saham treasury PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 2,585T. “Hingga akhir tahun Bahana Sekuritas sedang getol menggarap berbagai proyek financial advisory. Beberapa transaksi besar advisory yang telah diselesaikan oleh Bahana adalah M&A BNI Life sebesar Rp 4,2T, M&A PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) senilai $550 juta, M&A Inhealth senilai Rp 1,75T serta beberapa transaksi lainnya” jelas Feb Sumandar Direktur Investment Banking Bahana Sekuritas.

“Dari sisi transaksi Equity Bahana securities selama tahun politik ini Transaksi harian bahana per september 2014 mencapai Rp329M atau turun 9% jika dibanding sept 2013 year on year Rp 361 M per hari sept 2013” ungkap Wiwit Gusnawan Direktur Operasional Bahana Sekuritas.

"Tidak dipungkiri, kondisi politik di dalam negeri dan makro ekonomi domestik cukup mempengaruhi kondisi pasar keuangan di dalam negeri. Namun, kami optimistis kinerja kita akan tercapai sesuai target," tambah Wiwit

Faktor politik dalam negeri menjadi pertimbangan utama market mengambil posisi “wait and see”. Namun, di tengah kondisi market yang tidak kondusif ini Bahana Sekuritas masih dapat menunjukkan kinerja yang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai award yang diperoleh Bahana di tahun 2014 dari berbagai media finansial internasional, antara lain: The Best Equity House 2014 dari Finance Asia , The Best Equity House 2014 dari Alpha Southeast Asia, The Most Improved Capital Market House in Indonesia, The Best Secondary Deal of The Year dan The Best Small Cap Equity Deal of The Year in South Asia.

Bahana meyakini bahwa target pencapaian perseroan sebagai perusahaan sekuritas domestik tidak dapat dilepaskan dari industri pasar modal Indonesia. Untuk memastikan kontribusinya terhadap pertumbuhan industri pasar modal Indonesia, Bahana akan terus menjalankan berbagai edukasi, sosialisasi serta pameran-pameran mengenai pasar modal. Selain itu, lanjut Wiwit, pihaknya juga akan aktif berpartisipasi dalam sekolah pasar modal yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Program ini yang sejalan dengan semangat OJK untuk melakukan sosialiasi dan pendalaman pasar modal sehingga dapat mendorong nasabah melakukan transaksi di pasar modal.

Kondisi market dalam negeri pasca pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla (20/10) tampak membaik, dimana IHSG mampu kembali menapak di zona hijau. Pelaku pasar kembali antusias mengakumulasi saham-saham yang sehari sebelumnya melemah maupun saham-saham yang masih menyimpan potensi kenaikan. Hal ini merupakan indikasi yang positif dan para pelaku pasar mulai bisa bernafas lega.

Pasca hiruk pikuk politik Indonesia 1Q-3Q 2014 ini, Bahana optimis bahwa kondisi pasar modal Indonesia ke depannya akan membaik.

Login