News

BAV Berkomitmen Bantu Pengembangan UMKM Bali

Denpasar – PT Bahana Artha Ventura (BAV), anak perusahaan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) yang juga memiliki jaringan perusahaan modal ventura terbesar di 26 provinsi, berkomitmen akan terus membantu pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bali. Direktur Utama BAV, Andi Buchari menilai Provinsi Bali memiliki banyak UMKM yang berpotensi berkembang dan tumbuh menjadi perusahaan besar dan banyak dari  binaan BAV yang memiliki produk kualitas ekspor.


Sejak PT. Sarana Bali Ventura (SBV) berdiri pada 10 Desember 1994 hingga 2014, SBV sudah membantu pembiayaan lebih dari 1.507 UMKM yang menjadi Perusahaan Pasangan Usaha (PPU), dengan akumulasi investasi sebesar Rp 339 miliar.


Andi mengatakan, penyaluran dana oleh BAV melalui SBV merupakan salah satu bentuk komitmen dalam pengembangkan UMKM di Bali. Selain itu, hal tersebut merupakan salah satu bentuk tanggungjawab yang diberikan pemerintah kepada BAV. “Kita punya komitmen yang sama untuk semua daerah, tidak hanya mengembangkan UMKM di Provinsi Bali. Khusus untuk Bali, melalui jaringan modal venturanya yaitu Sarana Bali Ventura (SBV). Kami punya concern karena UMKM disini memiliki value creation dan sebagian dari UMKM di Bali menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar,” kata dia di Bali Kamis (4/6).
Andi menjelaskan, apa yang dilakukan BAV dalam membantu pembiayaan UMKM di Provinsi Bali merupakan bagian dari pelaksanaan tugas yang diberikan oleh pemerintah dalam mendukung pembangunan ekonomi. Andi berharap melalui pengembangan UMKM, target untuk membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa tercapai.


Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dari rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sedang merevitalisasi industri modal ventura. Rencana revitalisasi industri modal ventura tersebut sudah dicanangkan sejak akhir April 2015. Dalam mendukung pembiayaan UMKM, BAV bekerjasama dengan sejumlah pihak. Bantuan dari berbagai pihak tersebut selain upaya untuk mendapatkan dana murah yang juga dibutuhkan sebagai sumber tambahan modal bagi BAV untuk disalurkan ke jaringan PMDV di daerah. Salah satunya disalurkan melalui SBV untuk membantu pembiayaan pengembangan usaha sejumlah PPU.
Andi menambahkan, keberadaan Perusahaan Modal Ventura sangat penting dalam rangka membantu pengembangan UMKM. “Apalagi pendanaan yang disalurkan oleh modal ventura disertai dengan pembinaan,” jelas Andi.


Andi juga mengemukakan, saat ini yang menjadi kendala BAV adalah sulit untuk mendapatkan dana murah. Padahal untuk memperluas cakupan pembiayaan diperlukan jumlah dana atau permodalan yang lebih besar.
Saat ini, BAV sedang mengupayakan untuk memperkuat atau menambah permodalan. Jika hal tersebut bisa terealisasi maka BAV bisa menyalurkan ke lebih banyak Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD), yang merupakan jaringan perusahaan modal ventura terbesar di Indonesia. Artinya BAV bisa membantu lebih banyak UMKM agar bisa bertumbuh dan berkembang dan bisa membantu pertumbuhan eknomi daerah.
Di Provinsi Bali, pada 2014 tercatat ada sekitar 210 ribu UMKM yang menjadi penopang perekonomi daerah tersebut. Pada kuartal I 2015, secara tahunan (year-on-year) pertumbuhan ekonomi Bali berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 6,20%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,70%. Namun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu lebih rendah, yaitu sebesar 6,55%. Artinya ekonomi Provinsi Bali juga mengalami perlambatan.


Perekonomian Bali ditopang sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian, sehingga perkembangan bisnis diberbagai sektor terutama jasa, transportasi dan perdagangan akan terus berkembang.
Direktur Utama Sarana Bali Ventura, Made Gunawirawan, mengatakan kinerja laba Sarana Bali Ventura pada 2014 naik 22, 39% dan nilai total aset juga naik  9,23%.
Pada 2015, Sarana Bali Ventura menargetkan penyaluran pembiayaan kepada UMKM senilai Rp 15,66 miliar. Selain penyertaan saham kepada Perusahaan Pasangan Usaha, beberapa langkah strategis ditetapkan untuk mendorong kinerja tahun ini, termasuk memperbesar obligasi konversi dan investasi bagi hasil.
“Pertumbuhan ekonomi Bali melalui UMKM memerlukan perhatian dari banyak pihak salah satunya dari program pembiayaan dan pendampingan usaha (modal ventura) khususnya UMKM yang belum dapat fasilitas pembiayaan dari bank (nonbankable),” kata Gunawirawan.(*)

Login