News

Bahana TCW Raih Penghargaan Manajer Investasi Terbaik 2015

Siaran Pers

 

Jakarta - PT Bahana TCW Investment Management raih penghargaan sebagai The Best Asset and Fund Manager 2015 versi Majalah Alpha South East Asia, yang diselenggarakan pada 17 September 2015 di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta. Ini merupakan penghargaan manajer investasi terbaik perdana bagi industri fund manager di Indonesia yang diberikan oleh Majalah Alpha South East Asia di Indonesia.


“Kami sangat mengapresiasi atas pengakuan dan award ini, dan ini merupakan tambahan semangat kami untuk lebih menigkatkan kinerja kami di tahun yang penuh tantangan ini” ujar Edward Lubis, Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management  
Edward menjelaskan bahwa kelolaan Bahana TCW per Agustus 2015  mencapai Rp 29,0 triliun dan menargetkan hingga akhir tahun dapat mencapai Rp 30,0 Triliun atau meningkat 11% dari pencapaian di akhir tahun lalu.


Ditengah kondisi market yang sedang bergejolak ini, Edward menilai akan berdampak kepada lesunya kinerja produk reksa dana saham. “Kami akan tetap optimis hingga akhir tahun dan akan fokus pada peningkatan AUM yang berasal dari produk reksa dana pasar uang dan terproteksi”jelas Edward.
“Berdasarkan perkembangan dan track record return investasi dari bebebagai kelas aset yang terus menunjukan peningkatan, Bahana TCW merupakan salah satu manajer investasi terbaik dan merupakan pilihan terbaik bagi investor retail maupun institusional di industri reksa dana di Indonesia”, jelas Siddiq Bazarwala, Publisher Alpha Southeast Asia Magazine.

Market Outlook
Bila digunakan pendekatan yang terkenal dikembangkan oleh Prof. Taylor, Fed rate secara teori sudah perlu dinaikkan. Sebab tingkat pengangguran AS saat ini 5,1% terbilang rendah dan inflasi inti juga sudah meningkat.

“Bila dalam pertemuan akhir pekan ini, Fed tidak menaikkan dikuatirkan Fed dianggap menyulut ketidakpastian”jelas Budi Hikmat, investor relation director Bahana TCW. Sebab investor global menilai Fed mencemaskan sesuatu yang belum diketahui oleh public tambah Budi.

Kami menilai obligasi negara Indonesia sudah priced-in kenaikkan Fed fund rate. Sebab yield spread antara T-bond dan SUN sudah sangat lebar, sekitar 720bps atau angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kami sarankan investor domestik memanfaatkan peluang ini dengan berinvestasi di dalam bond. Selain mengamankan diri dari credit risk, inflation risk dan ada peluang capital gain bila pada akhirnya BI menurunkan bunga untuk turut memacu pertumbuhan ekonomi.

Untuk equity investor, ada peluang V-shaped recovery yang biasa terjadi pada setiap triwulan ketika. Tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan ekonomi memang berat. Namun harus juga diakui ada perbaikan fundamental perekonomian, mulai dari penurunan current account defisit hingga percepatan pengeluaran pemerintah.

Memang persepsi negatif dibentuk oleh pelemahan rupiah. Namun harus juga diketahui bahwa yang sedang terjadi adalah penguatan dollar dan secara relatif kinerja rupiah tidak seburuk negara berkembang lainnya.

----------------------------------------------
Foto Caption
PT Bahana TCW Investment Management sabet penghargaan sebagai The Best Asset and Fund Manager 2015 versi Majalah Alpha South East Asia, yang diselenggarakan pada 17 September 2015 di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta. Ini merupakan penghargaan manajer investasi terbaik perdana bagi industri fund manager di Indonesia yang diberikan oleh Majalah Alpha South East Asia di Indonesia. Bahana TCW per Agustus 2015  mencapai Rp 29,0 triliun dan menargetkan hingga akhir tahun dapat mencapai Rp 30,0 Triliun atau meningkat 11% dari pencapaian di akhir tahun lalu.

Foto:

Edward Lubis – Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management
Siddiq Bazarwala - Publisher Alpha Southeast Asia Magazine

Login