News

Ingin berhasil dalam Berinvestasi? Cobalah berinvestasi ala Nabi Yusuf

Jakarta. Pada ajang festival Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) 30 Maret – 2 April ini , Bahana TCW menghadirkan Budi Hikmat Direktur Investor Relation yang sekaligus Chief Economist Bahana TCW untuk mengisi acara Talk Show yang bertema Ïnvestasi Cerdas, Investasi Psar Modal Syariah”
Budi mengibaratkan investasi seperti kisah Nabi Yusuf dalam kitab suci. "Hendaklah kalian bercocok tanam dengan sungguh-sungguh.” Kalimat ini berisi semangat berinvestasi. Dalam investasi, aset seharusnya ditumbuhkan sehingga memberi keuntungan atau istilah gaulnya cuan.


Pada talk show ini , Budi mengajak para pengunjung mulai belajar untuk mulai melakukan investasi, menanam dan menanam, terutama pada aset-aset agresif dan disesuaikan dengan dengan usia masa produktif.  Kemudian, investor bisa mengalokasikan investasi pada aset yang lebih aman, seperti surat utang negara (SUN) dan pasar uang saat memasuki masa pensiun.


Keuntungan ini bisa mengamankan kebutuhan konsumsi yang meningkat di masa depan karena bisa mengalahkan inflasi. “Untuk mencapai hasil seperti itu, investor bisa berinvestasi di saham yang pertumbuhannya tinggi,” terang Budi. Dia menyebutkan pesan Nabi Yusuf lainnya. “Apa yang kalian panen tetaplah pada tangkainya.”
Pesan tersebut, bisa diartikan proses panen seharusnya dilakukan dengan menjaga pokok dan hasil investasi agar nilainya tidak berkurang.


Dalam perspektif investasi, praktik itu dilakukan dengan melakukan realokasi aset. Imbal hasil tinggi dari investasi di saham bisa dialokasikan ke instrumen investasi berjenis proteksi seperti obligasi negara atau pasar uang dengan risiko lebih rendah.
“Menabung itu untuk orang tua. Karena di saat tua maka uang yang kita miliki paling baik ditaruh di deposito. Untuk anak-anak kita ajarkan investasi yang agresif, bagaimana uang itu berputar,” jelasnya.

Login