News

Bahana market update 19 Desember 2016

*(16/12) Jumat sore*

IHSG ditutup di level *5.231,65 atau melemah 0,43%* terhadap penutup sebelumnya (+1,61% mtd; +13,90% ytd).

IHSG kembali tertekan ditengah aksi jual asing serta pelemahan Rupiah yang membuat hanya sektor industri dasar dan agri yang bertahan di zona hijau.

Investor asing tercatat melakukan *net sell sebesar Rp772,1 M* di pasar reguler (net sell Rp3,6 T mtd; net buy Rp5,9 T ytd).

Sebanyak 124 saham mengalami kenaikan, 195 saham mengalami penurunan, 62 saham tidak mengalami perubahan, dan 198 saham tidak mengalami perdagangan.

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup pada level *13.378 per USD atau melemah 0,05%* terhadap penutupan sebelumnya (-1,29% mtd; -2,95% ytd).

Secara teknikal, IHSG kembali turun untuk test support sideways dengan pergerakan diantara MA5 dan MA20. Stochastic negatif sementara RSI deathcross dan MACD positif divergence.

Senin (19/12)* IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dikisaran 5.210 - 5.280 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. DOID, WTON, TINS, SSIA, dan ACES.

Lima saham dengan kapitalisasi besar yang motor pergerakan IHSG.
INDF (-2,82%)
UNTR (-2,55%)
PGAS (-2,50%)
TLKM (-2,30%)
ASII (-2,26%)

Lima saham yang banyak dijual asing di pasar reguler.
ASII (Rp141,3 M)
BBRI (Rp133,8 M)
TLKM (Rp120,5 M)
LPKR (Rp59,2 M)
UNVR (Rp58,3 M)

(Disclaimer ON)

Login