News

Bahana market update 21 Desember 2016

*(20/12) Selasa sore*

IHSG ditutup di level *5.162,48 atau melemah 0,57%* terhadap penutup sebelumnya (+0,26% mtd; +12,40% ytd).

Pelemahan IHSG terdorong oleh saham TLKM (-1,84%), yang memiliki bobot 6,4% terhadap IHSG, ditengah kekhawatiran akan penurunan tarif interkoneksi serta backbone sharing.

Hampir seluruh sektor mengalami penurunan dengan sektor infra mengalami penurunan terdalam dan hanya menyisakan sektor perbankan yang mengalami kenaikan.

Investor asing tercatat melakukan *net sell sebesar Rp502,6 M* di pasar reguler (net sell Rp4,4 T mtd; net buy Rp5,2 T ytd).

Sebanyak 114 saham mengalami kenaikan, 220 saham mengalami penurunan, 41 saham tidak mengalami perubahan, dan 205 saham tidak mengalami perdagangan.

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup pada level *13.380 per USD atau melemah 0,15%* terhadap penutupan sebelumnya (-1,28% mtd; -2,93% ytd).

Secara teknikal, IHSG mengkonfirmasi awal dari bearish pattern dengan tutup di lower band bollinger disertai volume. Stochastic dan RSI negatif sementara MACD deathcross.

*Rabu (21/12)* IHSG diperkirakan akan bergerak melemah dikisaran 5.125-5.175 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BIPI, ARTI, TLKM, BRMS, dan BSDE.

Lima saham dengan kapitalisasi besar yang motor pergerakan IHSG.
SMGR (-1,92%)
UNTR (-1,90%)
OGAS (-1,86%)
TLKM (-1,84%)
ICBP (-1,80%)

Lima saham yang banyak dijual asing di pasar reguler.
TLKM (Rp204,8 M)
UNVR (Rp92,7 M)
BJBR (Rp59,6 M)
UNTR (Rp35,0 M)
ASII (Rp34,0 M)

(Disclaimer ON)

Login