News

Optimisme Tinggi, Saatnya Relokasi ke Saham

Sepanjang tahun 2016, industri reksa dana bertumbuh cukup pesat.Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana keloaan industri reksa dana naik dari rp 271,97 triliun pada Desember 2015 menjadi Rp 333,61 triliun pada tahun 2016, sehingga mencatatkan pertumbuhan 22,66 persen. Jumlah investor pun terus bertambah.

Bahana TCW Investment Management juga mencatat pertumbuhan dana kelolaan yang cukup pesat sepanjang 2016 lalu. Per 31 Desember 2016, dana kelolaan tercatat sebesar Rp 37,82 triliun, berarti naik 26 persen dibandingkan dengan tahun 2015 lalu.  Pada tahun ini, ditargetkan dana kelolaan akan terus bertumbuh sekitar 10 persen menjadi sekitar Rp 43 triliun.

“Pertumbuhan terbesar tercatat pada produk-produk reksa dana dengan kelas aset  pendapatan tetap. Sementara itu, net inflow pada aset ekuitas juga cukup deras tahun lalu,” ujar Direktur Utama Bahana TCW Edward Lubis di Jakarta, Kamis (19/1).

Alokasi investasi pada instrumen pendapatan tetap mendominasi portofolio reksa dana carikan Bahana TCW tahun lalu. Obligasi pemerintah memberikan imbal hasil yang cukup baik. Produk reksa dana Pendapatan Tetap Abadi 2 misalnya, mencetak imbal hasil sekitar 20 persen tahun lalu. Untuk tahun ini, Edward menambahkan, sebagian portofolio  akan dialihkan ke kelas aset saham.

Pengalihan tersebut berdasarkan optimisme bahwa pasar saham domestik masih akan bertumbuh baik, meskipun ada tantangan dari dalam dan luar negeri. Pertumbuhan ekonomi di dalam negeri masih dapat menjadi daya tarik bagi para investor untuk berinvestasi di pasar saham.

Sosialisasi dan edukasi mengenai investasi kepada para investor ritel, tampaknya sudah mulai menghasilkan. Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2016 yang dilakukan OJK, terlihat tren peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Indeks literasi keuangan nasional meningkat dari 21,8% di tahun 2013 menjadi 29,7% pada tahun 2016, dan indeks inklusi keuangan nasional juga meningkat dari 59,7% menjadi 67,8%.  Investor ritel langsung Bahana TCW juga meningkat pesat, sebanyak 61 persen tahun lalu.

Bahana TCW juga terus berinovasi dan menerbitkan produk-produk baru. Tahun 2016, tercatat ada 30 produk baru yang diluncurkan. Pada tahun ini, diperkirakan jumlah produk yang diluncurkan pun kira-kira sama jumlahnya dengan tahun lalu. Termasuk reksa dana usulan pemerintah yaitu reksa dana pariwisata yang bertujuan untuk mengembangkan destinasi wisata unggulan juga reksa sana syariah  global yang berinvestasi di pasar saham AS.

Ke depan, Bahana TCW akan selalu meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti bank distribusi untuk memasarkan produk-produk reksa dana Bahana TCW. Beberapa pihak juga sudah mulai menjajaki kerja sama untuk penerbitan reksa dana abadi atau endowment fund.

Login