News

Bahana Media Forum 2017 : Bahana Konsisten Mengembangkan Bisnis Seiring Pemulihan Ekonomi

Jakarta-- Keriuhan politik sudah mewarnai negeri ini sejak setahun terakhir meskipun perhelatan Pilkada nasional baru saja usai kemarin. Saat Indonesia masih menanti hasil perhitungan resmi atas Pilkada ibukota negeri ini, roda perekonomian terus bergerak. Sejumlah ekonom dan analis meyakini,pemulihan ekonomi Indonesia masih akan berlanjut pada tahun ini meski ada keriuhan politik pra dan pasca Pilkada.

Bahana Sekuritas meyakini perekonomian pada tahun ini akan tumbuh lebih baik dibandingkan periode tahun lalu, Gross Domestik Produk (GDP) diperkirakan tumbuh sekitar 5,3% didukung oleh masih stabilnya konsumsi rumah tangga dan investasi, ditengah-tengah membaiknya harga komoditas yang memberikan kontribusi positif terhadap kegiatan ekspor Indonesia. Belanja pemerintah akan menjadi pendorong roda perekonomian, setelah tahun lalu pemerintah sangat berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

Pemulihan ekonomi ini pastinya menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa, tak heran kalau IHSG berpotensi naik ke kisaran 6.000. Namun, dari sisi nilai tukar dan inflasi masih ada sejumlah risiko. Menurut Kepala Riset dan Strategis Bahana Sekuritas Harry Su, Rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp 13.500 pada akhir tahun ini, bila respon the fed menaikkan suku bunga cukup cepat serta kebijakan Trump yang belum jelas.

''Namun, Rupiah juga berpotensi menguat hingga dibawah Rp 13.000, bila respon the Fed menaikkan suku bunga tidak agresif dan fundamental ekonomi kita terus memperlihatkan perbaikan,'' terang Harry Su.

Risiko dari sisi inflasi diperkirakan akan lebih besar pada tahun ini dikarenakan adanya kenaikan harga-harga yang diatur oleh pemerintah, seperti kenaikan tarif listrik dan kenaikan biaya pengurusan STNK yang terjadi bulan lalu. Sehingga Bahana menaikkan proyeksi inflasi pada akhir tahun ini menjadi 4,4%, dibandingkan perkiraan sebelumnya sekitar 3,8%. Akibatnya, ruang untuk pelonggaran moneter melalui transmisi pemotongan suku bunga sudah tidak memungkinkan lagi sepanjang tahun ini.

Seiring perbaikan ekonomi ini, Bahana telah mempersiapkan diri dengan pengembangan bisnis yang tidak hanya mengandalkan produk-produk yang selama ini sudah ada, namun terus berinovasi dengan produk-produk terkini sesuai dengan perkembangan pasar. Saat ini, Bahana tidak hanya membantu perusahaan-perusahaan yang akan melantai di bursa, atau ingin mencari pendanaan di bursa dengan menerbitkan saham atau obligasi, namun sekuritas milik negara ini juga, mampu memberikan layanan bisnis penasehat keuangan, bisnis akuisisi lintas negara (cross border acquisition). Selain itu juga tak ketinggalan mulai melirik layanan keuangan yang berbasis teknologi atau yang lebih dikenal dengan sebutan fintech, termasuk membantu pembiayaan dalam perusahaan start up berbasis teknologi.

''Dengan melihat pergerakan ekonomi yang sedang berjalan saat ini, kami sudah mendapat mandat untuk melakukan restrukturisasi beberapa perusahaan, serta ada beberapa perusahaan lokal yang akan mengembangkan bisnisnya ke luar negeri dengan mengakuisisi perusahaan lokal di sana,'' kata Direktur Utama Feb Sumandar. ''Untuk mengantisipasi ekonomi kedepan yang lebih mengandalkan teknologi, Bahana juga mulai mempelajari bisnis fintech, sehingga layanan bisnis kami semakin lengkap,'' tambah Feb.

Mengawali tahun ini saja, Bahana telah mendapat mandat dari 5 perusahaan yang ingin mencatatkan diri di bursa atau lebih dikenal dengan sebutan initial public offering (IPO), 8 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi, 2 perusahaan yang akan melakukan right issue serta satu perusahaan akan melakukan tender offer dan go private.

Dalam waktu dekat, Bahana juga akan menjadi satu-satunya sekuritas yang dipercaya oleh negara untuk membantu pembangunan proyek infrastruktur yang menjadi andalan Presiden Joko Widodo, dengan mengusung skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PIÑA). Melalui skema ini, Bahana akan membantu perusahaan-perusahaan dan institusi-institusi lainnya yang memiliki dana kelolaan besar untuk mengalokasikan dana-dana masyarakat yang dihimpunnya untuk selanjutnya digunakan membangun proyek infrastruktur.

Login