News

Bahana market update 23 Februari 2017

*(23/2) Kamis sore*

IHSG ditutup di level *5.372,75 atau menguat 0,26%* terhadap penutup sebelumnya (+1,49% mtd; +1,44% ytd).

Masih bergerak sideways, kenaikan IHSG berhasil ditopang aksi beli investor domestik pada saham-saham manufaktur berbasis ekspor ditengah rencana insentif pajak yang akan diberikan oleh pemerintah.

Investor asing tercatat melakukan *net sell sebesar Rp227,3 M* di pasar reguler (net buy Rp2,5 T mtd; net buy Rp1,2 T ytd).

Sebanyak 179 saham mengalami kenaikan, 141 saham mengalami penurunan, 73 saham tidak mengalami perubahan, dan 185 saham tidak mengalami perdagangan.

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup pada level *13.343 per USD atau menguat 0,05%* terhadap penutupan sebelumnya (-0,07% mtd; -0,96% ytd).

Secara teknikal, IHSG berhasil rebound dari support MA20 dengan full body candle disertai volume. Stochastic dan MACD berpeluang goldencross sementara RSI positif.

*Jumat (24/2)* IHSG diperkirakan akan bergerak menguat dikisaran 5.350-5.400 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJTM, ERAA, KAEF, PANR, dan PGAS.

Lima saham dengan kapitalisasi besar yang motor pergerakan IHSG.
SCMA (+6,48%)
PGAS (+5,58%)
LPPF (+1,53%)
GGRM (+1,49%)
HMSP (+1,04%)

Lima saham yang banyak dijual asing di pasar reguler.
TLKM (Rp178,4 M)
ICBP (Rp68,8 M)
PGAS (Rp48,9 M)
ASII (Rp45,1 M)
CPIN (Rp21,1 M)

(Disclaimer ON)

Login