News

Bahana Memperkirakan Suku Bunga Tetap pada Juni Seiring Terjaganya Inflasi

Jakarta -- Menjelang Puasa dan Lebaran sudah menjadi kebiasaan tekanan kenaikan harga-harga akan terjadi setiap tahunnya, namun tahun ini ada sedikit perbedaan, memasuki minggu kedua bulan puasa, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia meluncurkankan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) untuk memantau harga 10 bahan pangan strategis.

Melalui PIHPS diharapkan fluktuasi kenaikan harga bisa diredam apalagi menjelang Lebaran, yang biasanya harga pangan melesat cukup tinggi. Menurut PT Bahana Sekuritas memperkirakan meski ada tekanan kenaikan harga menjelang lebaran, inflasi pada Juni diperkirakan sekitar 4,25% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pencapaian inflasi pada Mei sebesar 4,33%.

Melihat perkiraan inflasi ini, Ekonom Fakhrul Fulvian meyakini tidak ada kepentingan yang mendesak bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga meski secara global dan khususnya Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan atau yang lebih dikenal dengan Fed fund rate pada bulan ini karena secara domestik, tekanan harga cukup terkendali.

''Tidak masalah the fed menaikkan suku bunga pada bulan ini, karena ekspektasi kenaikan suku bunga the fed ke depan semakin kecil, sehingga trend pelemahan dollar akan terus berlanjut karena data-data perekonomian US mulai tidak mendukung penguatan dollar,'' kata Fakhrul. '' Dengan kondisi ini, Indonesia harus siap dengan penguatan Rupiah kedepannya,'' terang Fakhrul.

Rupiah hari ini sudah menyentuh level sekitar Rp 12,900/US dollar, seiring dengan pemulihan ekonomi yang semakin kuat, tercermin pada permintaan kredit pada Mei untuk yang pertama kali sejak tahun lalu, mampu tumbuh double digit atau sebesar 10,4% secara tahunan. Sepanjang tahun lalu hingga April, permintaan kredit masih bergerak dikisaran 6% -9%. Kenaikan permintaan kredit ini, diiringi dengan penurunan kredit bermasalah.

Perbaikan data ekonomi yang diikuti dengan langkah pemerintah bersama kebijakan moneter menjaga kestabilan harga, membuat Bank Indonesia cukup optimis inflasi pada akhir tahun ini akan berada pada kisaran 4,36%, lebih rendah dari perkiraan BI sebelumnya yang memperkirakan inflasi sekitar 4,63%. Perkiraan inflasi BI yang terkini, mendekati perkiraan inflasi dari Bahana sejak awal tahun ini yang memperkirakan inflasi berada pada kisaran 4,4% pada akhir 2017.

Sehingga Bahana meyakini dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dimulai hari ini dan akan diputuskan besok, suku bunga acuan BI 7-day reserve repo akan tetap di level saat ini sebesar 4,75%. Bahkan sampai keseluruhan tahun ini, Fakhrul memperkirakan tidak ada kepentingan yang mendesak untuk menaikkan suku bunga meski trend suku bunga global naik.

Login