News

Indonesia Kendaraan Terminal Tawarkan Saham Perdana sekitar Rp 1.610-2.250

Jakarta-- Ditengah penguatan indeks harga saham gabungan Indonesia yang sedang berlangsung, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) bersiap melantai di bursa melalui initial public offering (IPO) atau penawaran perdana saham untuk memperkuat permodalan dan ekspansi bisnis kedepannya.

 

Dalam public expose yang digelar Senin (28/5) yang lalu, anak usaha Pelindo II ini berencana menawarkan 561,1 juta lembar saham dengan kisaran harga Rp 1.610 - 2.250 per lembar saha, sehingga perseroan bakal meraup dana segar sekitar Rp 903,37 miliar hingga Rp 1,26 triliun.

 

Perseroan akan menggunakan 50% dana hasil IPO untuk memperkuat belanja modal atau capital expenditure, sebesar 25% untuk memperpanjang sewa lahan, dan sisanya untuk mendukung modal kerja. Bahana Sekuritas telah ditunjuk sebagai joint lead underwriters bersama Mandiri sekuritas.

 

Masa penawaran (bookbuilding) akan berlangsung mulai 24 Mei hingga 22 Juni 2018. Penetapan harga IPO dijadwalkan pada 25 Juni 2018. Sedangkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada 10 Juli 2018.

 

Direktur Utama IKT Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, saat ini perseroan telah mengelola lahan di pelabuhan Tanjung Priok seluas 31 hektare dengan kapasitas 700.000 unit kendaraan per tahun. Pada 2022 mendatang, perseroan menargetkan luas lahan menjadi 89,5 ha dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan.

 

"Dengan demikian, kami memproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar kelima di dunia," kata Chiefy. Saat ini IKT menjadi terminal mobil terbesar ketiga di ASEAN dan berada diurutan 27 dunia pada akhir 2017. Seiring dengan bangkitnya industri pertambangan yang ditopang oleh membaiknya harga komoditas global, perseroan meyakini permintaan akan kendaraan bermotor akan meningkat kedepannya, tambah Chiefy.

 

Menurut Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar kondisi pasar yang terjadi saat ini telah diperhitungkan. Saat akan mencatatkan diri sebagai penghuni bursa, prospek industri serta fundamental perseroan menjadi modal dasar bagi investor untuk mau membeli saham suatu perusahaan.

 

''Potensi pertumbuhan bisnis IKT masih besar seiring dengan tumbuhnya industri otomotif secara regional karena lahan perseroan juga menjadi tempat bagi kendaraan yang akan di ekspor ke sejumlah negara lain,'' ujar Feb. ''Kami meyakini fundamental perusahaan yang cukup prospektif untuk jangka menengah-panjang akan menjadi pertimbangan investor untuk menyerap saham IKT, sehingga harga sahamnya tidak akan dibawah Rp 1.610/lembar,  tambahnya.

 

 

Hingga saat ini terminal perseroan didominasi oleh kegiatan ekspor-impor dari Toyota, Suzuki dan Daihatsu. Sekitar 60% di ekspor ke Filipina dan Arab Saudi, yang lainnya diekspor hingga ke Meksiko, Peru hingga Afrika Selatan. Bahkan, juga diekspor ke Jepang meski Jepang sebagai salah satu produsen mobil terbesar.

 

Sebagai satu-satunya terminal kendaraan di Indonesia, IKT mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp 422 miliar pada akhir 2017 dengan target peningkatan sebesar 38% menjadi Rp 584 miliar pada akhir 2018. Sedangkan laba bersih diperkirakan akan tumbuh menjadi Rp 220 miliar pada akhir 2018, dari Rp 170 miliar pada akhir 2017.

Login