News

Bahana TCW Investment Management Sediakan Berbagai Produk Pasar Modal untuk Dana Repatriasi

Program tax amnesty telah memberi kesempatan kepada para wajib pajak untuk melaporkan dan membawa asetnya kembali ke Indonesia jika aset itu berada di luar negeri. Tarif tebusan yang ditetapkan pemerintah berkisar antara 2 dan 5 persen, tergantung dari periode pelaporan dan repatriasi aset tersebut. Jika aset tersebut hanya diinformasikan saja kepada Ditjen Pajak dan tidak dibawa pulang ke Indonesia, tarifnya lebih besar, berkisar antara 4 dan 10 persen juga tergantung pada periode pelaporannya.


Misalnya saja ada seorang wajib pajak yang memiliki dana tunai di sebuah bank di luar negeri. Ketika menyatakan ada tambahan aset berupa dana tunai tersebut dan membawa dana itu masuk ke Indonesia, wajib pajak dikenakan tarif tebusan sebesar 2 persen jika melapor pada periode pertama. Selanjutnya, dana dari bank asing  itu dipindahkan ke dalam negeri  melalui bank persepsi  yang telah ditetapkan pemerintah.
Dana yang masuk itu dapat ditempatkan pada produk-produk perbankan yang ada di bank persepsi seperti deposito dan tabungan. Selain menempatkan dana pada produk perbankan, wajib pajak juga dapat melakukan diversifikasi asetnya, wajib pajak juga dapat menjadi investor dengan menempatkan juga aset pada produk-produk di pasar modal.


Penempatan aset di pasar modal itu dapat dilakukan melalui manajer investasi  dan sekuritas yang ditetapkan pemerintah menjadi gateway dana repatriasi. Bahana TCW Investment Management dan Bahana Sekuritas merupakan   manajer investasi dan sekuritas yang telah ditunjuk pemerintah untuk menjadi gateway dana repatriasi.


“Selaku manajer investasi gateway, Bahana TCW dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi para investor melalui layanan pengelolaan dana nasabah individual atau lebih dikenal dengan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD),” kata Direktur Utama Bahana TCW Edward Lubis di Jakarta, Minggu (24/7).
Melalui KPD, investor akan leluasa berinvestasi pada produk-produk yang ada di pasar modal seperti obligasi, saham, dan reksa dana. Selain itu, para investor juga dapat berinvestasi ke sektor riil melalui Reksa Rana Penyertaan Terbatas (RDPT).


Saat ini Otoritas Jasa Keuangan sedang dalam tahap melengkapi ketentuan tentang aturan Pengelolaan Dana Nasabah Secara Individual (PDNI). Sehingga dengan demikian, investor kelak dapat berinvestasi pada instrumen investasi seperti RDPT, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), Kontrak Investasi Kolektif Dana  Investasi Real Estat (KIK DIRE) bahkan berinvestasi ke properti melalui perusahaan.


Edward menjelaskan lebih lanjut, produk perbankan seperti tabungan dan deposito dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Sementara untuk memenuhi kebutuhan pengembangan aset, para investor  dapat memilih berbagai produk pasar modal. Salah satu kelebihan Bahana TCW, lanjut Edward, memiliki akses kepada proyek-proyek yang dikerjakan oleh badan usaha milik negara (BUMN), sehingga para investor pun dapat juga berpartisipasi dan menginvestasikan dananya ke proyek-proyek tersebut.


Bahana TCW juga  memiliki berbagai macam produk reksa dana seperti reksa dana berbasis saham, obligasi, campuran, pasar uang  dan syariah. Reksa dana memiliki beberapa keunggulan seperti pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan deposito  dan sudah final serta memiliki denominasi dalam rupiah dan dollar AS sehingga memberikan banyak pilihan.


Dana repatriasi diwajibkan diendapkan di dalam negeri minimal selama tiga tahun. Dalam kurun waktu tiga tahun ini,  penempatan pada obligasi pemerintah juga dapat menjadi pilihan. Instrumen investasi seperti obligasi pemerintah yang aman  memberikan pendapatan lebih stabil dan biasanya disukai oleh investor  yang memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sumber: Bahana TCW Investment Management

Login