News

10 Saham Unggulan Pilihan Bahana Sekuritas Sejalan Dengan Optimisme Perekonomian

Jakarta -- Sentimen positif mewarnai pasar saham Indonesia setelah libur Lebaran usai, meski angka inflasi melebihi perkiraan pasar, hal ini tidak mengurangi keoptimisan investor di pasar saham, apalagi Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke bursa saham pada awal perdagangan usai Idul Fitri yang lalu, memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal tembus level 6.000.
Saat ini, indeks berada pada kisaran 5.860, sementara itu PT Bahana Sekuritas memperkirakan indeks bakal melesat ke level 6.300, setelah bulan lalu lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors menaikkan rating Indonesia ke investment grade, disusul kemudian Moody's meningkatkan outlook dari stabil menjadi positif.

Dalam kunjungannya ke bursa saham Presiden Jokowi juga mendorong perusahaan Indonesia yang sudah mengembangkan sayap ke bursa luar negeri untuk juga mencatatkan diri di bursa saham dalam negeri.
Di saat yang sama, presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia juga menekankan beberapa hal positif yang mendorong optimisme pasar. Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal dua tahun ini bakal lebih baik dibanding pencapaian kuartal pertama yang tumbuh 5,01% meskipun belanja pemerintah diperkirakan belum optimal karena adanya libur Lebaran dan konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh biaya keperluan anak sekolah pada bulan Juli ini.

Pemerintah pun merevisi target pertumbuhan gross domestik produk (GDP) menjadi 5,2% dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1% untuk sepanjang 2017, sementara itu PT Bahana Sekuritas masih meyakini GDP akan tumbuh 5,3% pada tahun ini, didukung oleh konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, dan meningkat nya belanja pemerintah pada kuartal III dan IV.

Sementarara itu, angka inflasi setiap tahunnya terus mengalami penurunan, pada tahun ini bank sentral memperkirakan inflasi maksimal berada di level 5%, sedangkan tahun depan ditargetkan inflasi akan berada pada kisaran 2,5% - 4,5%,  bulan lalu karena faktor musiman Lebaran, inflasi naik menjadi 4,37% secara tahunan terutama karena naiknya ongkos transportasi dan harga pakaian saat Idul Fitri. Bahana menilai dengan perbaikan infrastruktur dan didukung oleh program pemerintah mengendalikan harga bahan makanan, akan mampu menjaga stabilitas inflasi yang diperkiraan sepanjang 2017 akan berada pada kisaran 4,4%.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi dan telah berakhirnya kegaduhan politik, arus modal asing terus mengalir ke pasar keuangan Indonesia, hal ini tercermin pada peningkatan cadangan devisa yang masih berlanjut sejak awal tahun hingga akhir Mei yang lalu telah mencapai USD 124,95 miliar dari posisi Januari sebesar USD 116,85 miliar.

Dengan berbagai data pendukung yang positif ini, Sekuritas plat merah ini merekomendasika  beli untuk 10 saham unggulan yakni Astra Internasional(ASII) dengan target harga Rp 10.000, Bank Mandiri dengan target harga Rp 15.000, Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target harga Rp 8.000, semen Indonesia (SMGR) dengan target harga Rp 11.600, Bank CIMB Niaga (BNGA) dengan target harga Rp 1,500, Ciputra Development (CTRA) dengan target harga Rp 1.800, Mitra Adiperkasa (MAPI), dengan target harga Rp 8.300, dan United Tractor (UNTR), dengan target price IDR 32,000 .

''Saham Jasa Marga dan Summarecon Agung kami keluarkan dari daftar 10 saham unggulan karena harga JSMR telah melampaui target harga yang kami perkiraankan sebelumnya. Sedangkan untuk sector properti, kami keluarkan Summarecon karena kurang nyaman nya kondisi persaingan dengan adanya kompetisi dari pemain China, '' terang Kepala Strategis dan Riset Bahana Sekuritas Harry Su.
Sebagai penggantinya, Bahana memasukkan saham yang sudah terkoreksi cukup dalam Surya Citra Media (SCMA) dengan target harga Rp 3,350 dan Ramayana Lestari Sentosa (RALS) dengan target harga Rp 1.440 per lembar saham.

Login